Previous Posts

Archives

Links


Powered for Blogger
by Blogger templates

ma petite histoire

Friday, October 14, 2005
Robby Casteleyn, 2005

June 2004 sebenarnya awal perkenalanku dengan Robby. Ketika aku ke Belanda Agustus 2004, aku tak menyempatkan diriku bertemu dia, karena Robby sedang tak berada di Belgia, sedangkan aku sudah “dipesan” oleh Roland Grunvogel di Jerman.

Bahkan kunjunganku ke Belgia tahun ini,sebenarnya,sejujurnya sih,tidak untuk bertemu dia, tapi bertemu Michael, di Brussels. Tapi karena Michael tidak menawarkan akomodasi untukku, jadi coba kukontak Robby. Mengejutkan, karena Robby malah mengundang dengan antusias,alasannya karena dia mempunya rumah baru untuk dipamerkan. Itu terjadi sekitar awal agustus 2005.

Kebimbanganku bahkan berlanjut hingga beberapa hari sebelum aku meninggalkan Belanda pada 31 Agustus. 29 Agustus,aku masih sempat text Robby lagi,walaupun masih bimbang. Robby tak tampak tampan di profile-nya ( http://www.gaydar.nl/spikyhair ), itulah masalahnya, saking ragunya hingga aku memberi pernyataan bahwa kunjunganku ke rumah dia hanya bersifat kunjungan kawan, tidak mengandung unsur sex. Dan diapun rupanya memahami maksudku, so : no sex if not wanted.

Perjalananku lancar saja. Tiba cukup waktu di Amstel station Amsterdam, Eurolines berangkat tepat waktu, sampai di Brussels Noord tepat waktu,lalu langsung beli tiket ke Tielt. Melihat kembali stasiun kereta api belgia, betapa kotor dan suram-nya . Kesan itu terasa sekali, dibandingkan stasiun2 di Belanda yang selalu tampak bersih. Bahkan di Brussels Noord itu, escalator pun rusak. Hmm, bisa dibayangkan kalo bawa koper besar ke airport. Well, Belgie is geen Nederland.

Melewati kota2 kecil de Belgia, terasa lebih menawan daripada di Holland. Disini, landscape-nya lebih indah. Setelah 5 stasiun, sampailah di Tielt.















Tielt adalah kota kecil. Kecil sekali hingga stasiun kereta api itu Cuma satu bangunan kecil. Sampai disana, sambil berdebar menantikan seperti apa Robby, aku berjalan menuju bangunan utama. Menyebalkan, karena koperku rusak. Sambil menunggu, ku kotak-katik koperku, dan tiba2 terdengar bunyi kring sepeda.




Hmm…Robby. Seperti inilah dia, persis waktu menjemputku, dengan pakaian yang persis sama.








Rumah robby sebenarnya kecil, lebar depan cuma 3.5 meter, tapi memanjang ke belakang dan 3 lantai. Hmm,rumah mungil yang indah. Ruang makan dan ruang santai plus dapur di lantai bawah, dengan peralatan dapur yang mewah ( ternyata Robby suka memasak ). Lantai dua adalah ruang tidur tamu, plus kamar mandi yang luar biasa mewah ( ada sauna, shower yang canggih dengan semprotan air dari berbagai arah, dengan lantai kayu parquet,luas dan mewah ). Lantai atas ruang tidur, luass sekali. Yang aku suka dari kamar tidur Robby, pas diatas tempat tidur, atap-nya berupa kaca. Jadi , sambil tidur kita bisa melihat malam bertabur bintang.

Robby tipe yang banyak bicara. Semakin dia senang, semakin banyak bicaranya. Dari beberapa hal, dia mirip sekali dengan Angel. Aku rasa dia tipe suka membaca, dan hal2 yang bersifat spiritual. Dia suka memasak ( selama 2 hari disana, makananku sangat mewah, betul2 mewah dengan penataan sekelas restaurant di hotel bintang 5 ). Robby suka film2 Waltdisney. Hmm,apalagi ya…., Robby suka Arief..:-) Aku tau dari caranya melihat dan menyentuhku. Robby juga suka kejutan, dia membelikan aku koper Samsonite seharga 150 Euro. Kejutan yang menyenangkan ( dan kutunggu kejutan2 yang lain..:-)).

Sejenak beristirahat, Robby mengajakku berjalan2. Aku merasa suka sekali Tielt, karena Robby mempunyai banyak teman, dan kemanapun kita berjalan, Robby selalu disapa, dan dia selalu mengenalkanku. Tielt adalah kota kecil. Café yang paling ramai adalah Cirque Centraal.

Semakin lama kulihat Robby adalah sesosok anak muda yang tampan sekali. Tubuhnya memang sedikit chubby, tapi well-rounded, and cute bump and legs. Wajahnya, memang kuakui tak begitu tampan saat difoto, tapi saat itu yang kulihat didepan mataku adalah pemuda Belgia yang sangat tampan sekali.

Ciuman pertamaku adalah di suatu gereja di Tielt sore itu juga. Aku gila melihat bibirnya, yang begitu maniss sekali, seperti rasa gula caramel di Starbuck. Robby berpendapat, kalau berciuman pertama di gereja berarti percintaan yang bakal sangat sejati. Hmmm….Aku menikmati sekali tour itu, dan menikmati sekali memandangi Robby.

Dari sekian puluh jam bersama Robby, saat favoritku adalah ketika kita bersepeda di daerah pedesaan sore itu juga. Udara sore Summer yang sejuk dan hangat, jalan2 kecil naik turun, ladang2 jagung, rumah petani2 yang mungil2 dan bau kotoran sapi yang khas. Landscape daerah ini indah sekali. Berkali2 aku minta berhenti, untuk menikmati semua ini. Sejenak kita berhenti di wind-mill kecil dan tua diatas bukit.

Sore itu indah sekali. Yang paling tidak kulupakan, adalah ketika kita mendapati bukit yang sepi sekali,dengan rumput yang tebal, dan bunga2 musim panas yang lembut, dikelilingi pemandangan indah sekali, dan kita berbaring di rumput. Melihat Robby berbaring di rumput, tubuhku serasa panas sekali. Magnet itu terlalu berat untuk dilawan. Robby terlalu indah untuk tidak dibelai. Bibirnya terlalu manis untuk tidak dikulum. Seumur hidupku, aku tak pernah menikmati setting ciuman yang seindah dan sehebat ini. Sekeliling bukit itu, dipenuhi dengan kelinci2 liar yang berlarian. Menurutku mereka lucu sekali. Semenjak itu aku menjuluki Robby dengan konijntje ( = kelinci kecil ). Sore itu, Robby mengajakku untuk berkenalan dengan Rina, teman baiknya. Disinilah foto2 itu dibuat. Rina sendiri merupakan kasus yang menarik. Dia wanita belgia yang cantik dan sukses untuk ukuran usianya yang sekitar 40an. Yang menarik, suaminya memutuskan cerai dengan dia, setelah menikah 17 tahun dengan 3 anak dengan Rina, untuk menjadi homosexual bersama pria yang berumur 79 tahun yang menjadi tetangga mereka. Wow…aku sendiri terpaku mendengar cerita Rina ini.


Malam itu terasa indah sekali. Aku menikmati sekali cara Robby di tempat tidur, setelah malam2 sebelumnya aku menjadi budak sex-nya Nigel di Amsterdam.






Pertama-tama, dia burgs bbdrg kauttye nhfyft kkui kagstsr wwvgsr nnhgftd nhytdrtgf. Aaahhhhhh, jjnk csdsg hytre opyu nnvhcy gtrdsgf ssdert bfg bfgy nbbvhgy. Rasanya seperti, hhmm, kkloi mbnjb mmkiuhg mmkuyh. Melihat itu, jjkhu jfgfh bdgfh bsgdhf nnwer ttfhg ooklh loanvbh mnmngk. Gilaaa, hhgk gftdsr ookgh nngghy mmnhgf. Tempat tidur ini rasanya seperti jjhkn mmdhdt gadasw qsqewfer csfgdrdev vcggdfrd nnghyg nnvbfgf. Sekujur tubuhku seperti mmknj fdbfgv hhfyv hbfch bhfb hbdsu hhhyyud. Tak puas disitu, kkmj jjftfh bvgvh bbvhgf hhdy jjue rtryff yyrtgf uyyeir iigjfhf iiuyt iighdjfdy. Semakin mengejang rasanya, kkoiy ywere fdgdt hhgfb hhbhtyg kkjhu ookjy. Akhirnya, kkhjn vbbgftr dbdgdh fbfgfh kkiuthy kkiygh kkuhtf oodyth kjgyg jjdgdt.
Malam yang indah.

Keesokan harinya, perdebatan tentang kepulanganku. Robby memohon aku untuk stay another day. It was so difficult to say no. Kuputuskan stay another night.


Hari itu, program ke Brugge. Aku ingat 3 tahun lalu ketika pergi ke Brugge sendirian, ketika aku masih dengan Angel di Brussels. Sebagai ilustrasi, kupasang juga fotoku ketika ke Brugge 3 tahun lalu. Brugge tetap cantik dan indah dan romantis seperti dulu,
cuman kali lebih berkesan, karena bersama Robby. Yang menarik, di grote markt, ada konser gratis pelajar2 sekolah musik, dan kita menikmatinya sambil duduk di bawah dibawah sinar matahari yang hangat. Robby membeli satu CD klasik ( yang malamnya kita gunakan sebagai latar belakang musik saat kita bercinta terakhir kali ).
















Pulang ke Tielt, kita masih punya waktu untuk bersepeda. Kanegem adalah tujuan bersepada kita. Kota kecil, bahkan mungkin Cuma desa, tapi istimewanya kota ini seperti kota bunga. Semua rumah dihiasi bunga2 yang sangat indah sekali. Sebelum pulang kita menikmati ice-cream sebentar.

Robby pencemburu berat,dia juga menyatakannya dengan explicit. Dia menanyakan dengan siapa aku pernah dekat selama ini, kujawab dengan jujur. Sambutannya adalah muka dia yang masam. Hmm, susah juga anak ini. Pulang kerumah tanpa banyak bicara, suasana hati dia sudah berubah menjadi jelek. Sesampai dirumah, barusan selesai mengunci pintu,kuraih tangannya,kukulum bibirnya,kembalilah dia menjadi Robby-ku.

Sabtu, 3 September 2005, berakhir sudahlah dengan kelinci kecil-ku. Pagi itu, papa dan mama Robby datang, jadi sempat berkenalan.

Ekspresi Robby yang paling kusuka adalah sebagai berikut : berhadapan dengan ku, wajah agak menunduk tetapi mata memandang ke arahku dengan sayu dan memohon, dan mulut dan bibir bergerak-gerak seperti mau menangis. Kalo Robby sudah seperti ini, rasanya apapun akan kulakukan. Tapi saat ini benar2 tak bisa kupenuhi permohonannya untuk stay another night. Aku memang jahat dan suka mempermainkan orang. Sebenarnya aku ke Paris hari itu juga untuk berkencan dengan pria2 Paris yang lain. Aku menyesali keputusan ini dikemudian hari. Aku bahkan menyesali akan menghabiskan beberapa hari di Kualalumpur dan Bangkok. Aku bersedia membatalkan KL and Bangkok, dan tinggal di kota kecil Tielt bersama Robby, karena aku tak tau kapan lagi bisa melihat kelinci kecil-ku lagi. Perjalananku pulang dengan Malaysia Airlines dari Paris ke Kualalumpur 9 September, merupakan salah satu perjalananku yang sangat menyedihkan hatiku. Berapa puluh sms kukirim ke Robby saat di airport Charles deGaulle Paris, menyatakan betapa sedih hatiku sebentar lagi akan “dijauhkan” dari dia ribuan kilometer.

From Indonesia with deep love……………………

Tingkatkan RANKING WEBSITE secara otomasits dengan SOFTWARE baru ini.
Dapatkan di LINK GENERATOR SOFTWARE

Saya telah ping blog ini kepada search engine sebagai ucapan terima kasih kepada pemilik blog.  

_____________________

Blognya sangat informatif.
Salam,
Santy - IdeBaru.com  

_____________________

I read over your blog, and i found it inquisitive, you may find My Blog interesting. My blog is just about my day to day life, as a park ranger. So please Click Here To Read My Blog

http://www.juicyfruiter.blogspot.com  

_____________________

Do you want free porn? Contact my AIM SN 'abunnyinpink' just say 'give me some pics now!'.

No age verification required, totally free! Just send an instant message to AIM screen name "abunnyinpink".

Any message you send is fine!

AIM abuse can be reported here.  

_____________________

Get any Desired College Degree, In less then 2 weeks.

Call this number now 24 hours a day 7 days a week (413) 208-3069

Get these Degrees NOW!!!

"BA", "BSc", "MA", "MSc", "MBA", "PHD",

Get everything within 2 weeks.
100% verifiable, this is a real deal

Act now you owe it to your future.

(413) 208-3069 call now 24 hours a day, 7 days a week.  

_____________________

hey, I just got a free $500.00 Gift Card. you can redeem yours at Abercrombie & Fitch All you have to do to get yours is Click Here to get a $500 free gift card for your backtoschool wardrobe  

_____________________

hey, I just got a free $500.00 Gift Card. you can redeem yours at Abercrombie & Fitch All you have to do to get yours is Click Here to get a $500 free gift card for your backtoschool wardrobe  

_____________________

Post a Comment